FIFA minta hukuman seumur hidup bagi Michel Platini

8-michel-platini-eufa-fifas-skandal

Komite etik FIFA meminta melarang Michel Platini terlibat dalam kegiatan sepak bola selama seumur hidup terkait dugaan pembayaran, ungkap pengacara dari ketua UEFA ini.

Platini masih menjalani larangan 90 hari terkait tuduhan korupsi atas pembayaran 1,35 juta ponds yang dia terima dari presiden FIFA Sepp Blatter, yang juga tengah menjalani hukuman yang sama.

Pengacara Platini Thibaud d’Ales menggambarkan permintaan larangan seumur hidup FIFA tersebut sebagai sebuah “skandal” dan “berlebihan”.

D’Ales mengatakan bahwa sangsi maksimal diminta ketika unit penyidikan komite etik FIFA menyerahkan laporan kasus akhir ini.

“Permintaan yang berlebihan ini benar-benar meyakinkan kami jika komisi ini tidak memiliki kredibilitas,” ungkap D’Ales. “Bahkan tidak ada satu pun elemen terlihat dalam kasus ini yang memastikan dugaan tersebut.”

Perwakilan Blatter menolak berkomentar terkait hal yang sama yang telah dibuat terhadap pejabat Swiss tersebut.

Dewan penyidik FIFA mengumumkan hari Senin lalu bahwa mereka telah membuka kasus dan keputusannya diperkirakan akan dibuat bulan depan. Sampai saat itu Platini dilarang ikut serta dalam persaingan menjadi penerus Blatter sebagai presiden FIFA.

Dia adalah salah satu dari lima kandidat yang menjalankan organisasi yang terlibat dengan skandal sepak bola ini dengan pemilihan presiden yang dijadwalkan dilaksanakan tanggal 26 Februari.

BLatter dan Platini sempat mengajukan banding terkait hukumannya tersebut tanggal 18 November, tetapi ditolak. Komite Banding FIFA mempertahankan keputusan untuk meneruskan hukuman terhadap mereka berdua.

Platini menolak tuduhan korupsi tersebut dan mengatakan dia punya kontrak verbal dengan Blatter untuk menerima uang tersebut.

D’Ales mengatakan tujuan FIFA adalah untuk membuktikan tidak ada kontrak antara Platini dan Blatter.

“Jelas kami punya bukti bahwa kontrak itu ada,” ungkap D’Ales. “Kami akan menyerahkannya kepada CAS [Pengadilan Arbitrasi Olah Raga], yang akan menangani kasus ini secepat mungkin.”

Juru bicara bagi jaksa etika FIFA menolak memastikan sangsi apa yang diminta pekan lalu.

“Kami berhak berkomentar tetapi kami memutuskan untuk alasan hak pribadi dan azas praduga tak bermasalah untuk tidak menerbitkan permintaan tersebut,” ungkap juru bicara tersebut.

“Jika Tn Platini ingin berkomentar terkait permintaan hukuman tersebut dia berhak melakukannya.”