Prestasi Unik Rusia di Pentas Piala Dunia

Rusia merupakan negara digdaya pecahan dari Uni Soviet. Cikal bakal sepakbola Rusia pun berasal dari pesepakbola Uni Soviet yang akhirnya bubar pasca pecahnya Uni Soviet. FIFA akhirnya menganggap sepakbola CIS (Timnas Sepakbola Rusia) sebagai penerusnya. Selain itu, FIFA juga mewariskan rekor sepakbola Uni Soviet kepada timnas Rusia. Sebab, bagaimanapun sebagian besar pemain timnas Uni Soviet memiliki identitas kewarganegaraan Rusia sekarang.

Selama masih menjadi negara persemakmuran, Uni Soviet hanya gagal lolos ke Piala Dunia sebanyak dua kali saja, yakni di tahun 1974 dan 1978. Sementara itu, Uni Soviet telah mengikuti tujuh turnamen Piala Dunia secara total. Jika dalam bidang teknologi dan militer Uni Soviet memiliki kekuatan yang sangat disegani, lain halnya dengan sepakbola. Dalam hal prestasi, Uni Soviet terbilang tak memiliki pencapaian yang cemerlang. Prestasi terbaik Rusia yang kala itu masih berbentuk negara persemakmuran Uni Soviet adalah peringkat keempat pada Piala Dunia 1966 di Inggris. Saat itu Uni Soviet harus mengakui keunggulan Jerman Barat dengan skor 1-2 di babak semifinal.

timnas soviet di piala dunia 1966

Sedangkan di level Eropa, Rusia cukup memiliki prestasi gemilang. Saat masih berbentuk Uni Soviet, mereka mengikuti lima kejuaraan Eropa. Prestasi terbaik Uni Soviet adalah menjadi juara di tahun 1960 dengan mengalahkan Yugoslavia di babak final dengan skor 2-1. Selain itu juga meraih posisi runner up sebanyak tiga kali yakni di tahun 1964, 1972 dam 1988. Dan meraih peringkat keempat di tahun 1968, setelah meraih hasil imbang ketika melawan Italia di babak semifinal. Mereka dikirim ke babak play off tempat ketiga dan harus kalah saat pelemparan koin (coin toss). Sedangkan untuk prestasi di level Olimpiade, Uni Soviet meraih hasil yang sangat baik yaitu dengan meraih medali emas di Olimpiade musim panas tahun 1956 tahun 1988.

Selain meraih berbagai prestasi sepakbola, Rusia juga mencatatkan berbagai rekor unik lainnya. Berikut adalah beberapa rekor yang pernah diraih Rusia:

  1. Mendapatkan kartu kuning pertama di Piala Dunia

Dalam gelaran Piala Dunia, penggunaan kartu kuning baru diberlakukan pada tahun 1970 di Meksiko. Sebelumnya, hingga tahun 1969, wasit hanya memberikan kartu merah pada pemain yang melakukan pelanggaran, baik pelanggaran berat maupun sedang. Pada kala itu wasit langsung mengusir pemain ketika melakukan pelanggaran sedang tanpa kompromi lagi. Namun sejak Piala Dunia tahun 1970, pelanggaran sedang akhirnya hanya diganjar kartu kuning.

Sejak diberlakukannya peraturan kartu kuning tersebut, pemain Timnas Uni Soviet lah yang pertama kali merasakan pemberlakuan aturan tersebut. Yevgeny Lovchev menjadi penerima kartu kuning pertama dalam sejarah Piala Dunia. Wasit yang memberikan kartu kuning tersebut bernama Kurt Chensher dari Jerman dan namanya turut tercatat dalam sejarah Piala Dunia.

  1. Rusia merupakan negara pertama yang mempraktekkan aturan pergantian pemain pertama di Piala Dunia

Selain aturan kartu kuning, pergantian pemain juga baru diberlakukan di Piala Dunia tahun 1970. Dan lagi-lagi Rusia adalah negara pertama yang mempraktekkan aturan tersebut. Ada fasilitas, kenapa tidak digunakan, mungkin itu yang ada di benak timnas Rusia.

lev yashin - kiper terbaik uni soviet

  1. Memiliki kiper terbaik di dunia

Golden Ball, sebuah penghargaan untuk pemain terbaik dunia di akhir musim Piala Dunia tahun 1958 dimenangkan oleh Lev Yashin bersama timnya. Prestasinya sebagai kiper adalah berhasil menggagalkan sebuah tendangan penalti di even akbar tersebut.

  1. Rekor pencetak gol terbanyak

Hanya di Rusia ditemukan rekor pencetak gol terbanyak di even Piala Dunia. Oleg Salenko menjadi penyerang yang berhasil menyarangkan 5 gol sekaligus di Piala Dunia tahun 1994 di gawang Kamerun.

Walaupun Rusia belum menunjukkan konsistensi prestasi di Piala Dunia, namun totalitas dan keunikan prestasi yang pernah diraih timnas ini menjadi bukti bahwa Rusia adalah potensi sepakbola. Apakah raksasa ini segera terbangun dari tidur panjangnya setelah lepas dari Uni Soviet dan menjadi tuan rumah di Piala Dunia 2018 mendatang ?

Dibalik Kegagalan Timnas Belanda ke Piala Dunia Rusia 2018

piala dunia rusia 2018Pesta rakyat berlangsung dengan sukacita dan gegap gempita. Banyak ornamen menghiasi suasana desa, pernak – pernik di mana – mana, ditambah hiasan lampu yang menjadi sumber keindahan dan kecantikan pesta pada malam itu. Semua orang saling bersorak – sorai, bernyanyi dan meneriakkan yel – yel kebahagiaan. Tetapi tiba – tiba suasana menjadi hening dan kacau, semua orang mulai gelisah dan takut. Gelap menyelimuti suasana pesta rakyat tersebut, karena sumber listrik mati seketika. Ternyata sumber listrik desa tersebut habis yang berasal dari sang kincir angin. Kincir tak bergerak maka listrik pun tak didapatkan, hal ini menambah suasana mencekam pesta rakyat tersebut.

Sebuah analogi sederhana yang cukup pas apabila menggambarkan tim nasional Belanda. Sempat menjadi second runner up di ajang Piala Dunia sebelumnya, tahun 2014, ternyata tak menjadi jaminan bahwa mereka bisa kembali menghiasi turnamen prestisius pada ajang 4 tahunan ini.

Sehabis mereka berpesta ria, seakan – akan mereka terlarut dengan pesta pora kegembiraan, seakan – akan lupa, tidak menyadari bahwa perjuangan tak berhenti hanya di sana saja. Kejuaraan lain menanti termasuk Piala Dunia Rusia 2018.

Sayangnya, mereka harus kandas sebelum kejuaraan dunia dimulai, di tahap kualifikasi mereka harus pulang dengan kepala tertunduk untuk rakyat negara Kincir Angin. Hal ini membuat mimpi buruk bagi tim yang berjulukan Der Oranje dan menambahkan sejarah kelam mereka dengan 8 kali tidak lolos kualifikasi Piala Dunia.

Pertama kali di Swedia pada tahun 1958, dilanjutkan dengan 3 kali berturut – turut di Cile, Inggris dan Meksiko masing – masing pada tahun 1962, 1966 & 1970. Kejuaraan Piala Dunia di Spanyol (1982) dan Meksiko (1986) pun juga tidak dihiasi dengan pasukan Oranje. Setelah mulai konsisten untuk lolos dari babak kualifikasi di setiap pagelarannya selanjutnya, mimpi buruk hadir kembali pada tahun 2002 di Korea Selatan dan Jepang, bahwa mereka kembali tak berhasil lolos di babak kualifikasi. Termasuk yang terbaru ini untuk Piala Dunia Rusia 2018.

Tidak berhasilnya The Flying Dutchman untuk ikut serta dalam pagelaran 4 tahunan ini salah satunya adalah karena ketidakkonsistenannya meraup 3 poin dalam setiap pertandingan. Sinyal ini mulai terlihat saat pertandingan pertama yaitu kontra Timnas Prancis. Bermain di depan rakyat sendiri ternyata tak membuat dewi fortuna menghampirinya, mereka harus tertunduk malu karena dikalahkan dengan gol semata wayang dari Paul Pogba. Gelandang yang bermain di Manchester United ini menjadi malapetaka pada menit ke – 30, dengan tendangan di luar kotak pinalti ia berhasil membobol gawang Der Oranje.

belanda gagal ke piala dunia

Selain itu, juga terdapat kekalahan yang mengejutkan pada tim yang dikapteni oleh Arjen Robben ini, yaitu pertandingan melawan Bulgaria (26/3). Kekalahan yang memalukan mendera mereka, ditekuk 2-0 di kandang Bulgaria. Termasuk tim yang banyak diunggulkan saat preview pertandingan dengan komposisi tim yang dimiliki, ternyata hal itu tidak menjamin kesuksesan melewati tahap awal yaitu kualifikasi. Sungguh, apapun bisa terjadi dalam dunia sepak bola.

Selanjutnya saat laga tandang dengan Timnas Prancis kontra Belanda kembali menyisakan tangis bagi suporter negeri Kincir Angin. Dengan memalukan mereka dipaksa bertekuk lutut dengan kekalahan 4 – 0. Si Ayam Jantan berhasil menggunduli lawannya. Hal ini menambah sinyal ketidakberdayaan tim asuhan Dick Advocaat di Piala Dunia Rusia 2018.

Mimpi buruk terakhir pun tiba. Bermain di Amsterdam Arena, ternyata tak bisa membuat mereka bisa mencapai target kemenangan 7 – 0, mereka hanya bisa menang dengan skor 2 – 0. Kemenangan itu pun menjadi sia – sia, karena tidak berdampak baik pada posisi mereka di klasemen. Walaupun memiliki poin yang sama dengan Swedia 19 poin, tetapi mereka kalah dengan selisih gol.

Arjen Robben dkk pun tertunduk lesu, mengulangi lagi kejadian Piala Dunia Korea Selatan & Jepang tahun 2002. Saat itu tim Oranje juga gagal lolos dari babak menakutkan, kualifikasi. Petaka ini pun juga sebelumnya menimpa di ajang yang berbeda, yaitu Piala Eropa Prancis tahun 2016. Mereka tak berhasil lolos dari fase kualifikasi. Hal ini menambah catatan buruk timnas Belanda di kancah sepakbola internasional.

Banyak yang memprediksikan bahwa hal ini terjadi karena kutukan untuk negara Eropa yang mendapatkan juara 3 pada Piala Dunia, yaitu mereka tidak akan lolos dari fase kualifikasi Piala Eropa. Walaupun seperti itu, dalam sepakbola hal apapun bisa terjadi, selama waktu pertandingan masih berjalan, maka hal – hal yang tidak diduga pun bisa terjadi.