West Ham tim medioker

8-slaven-bilic-west-ham

Scott Parker berpendapat West Ham tim medioker dan kurang percaya diri setelah awal musim yang baik musim ini setelah kalah 4-1 di Tottenham hari Minggu lalu.

West Ham berhasil mencatatkan kemenangan tandang yang besar musim ini dengan kemenangan menghadapi Arsenal, Manchester City dan Liverpool, tapi sekarang kalah dalam dua pertandingan terakhir mereka.

Slaven Billic bermain tanpa gelandang Dimitri Payet dalam kunjungan ke White Hart Lane tersebut, yang harus absen selama tiga bulan setelah pelanggaran dari pemain Everton James McCarthy.

“West Ham sebuah tim medioker, mereka punya sejumlah pemain yang sangat baik dan saya melihat mereka kurang percaya diri,” ungkap Parker setelah pertandingan hari Minggu lalu.

“Tergantung dari seberapa cepat anda bisa bangkit. Billic benar ketika mengatakan 4-1 dalam derbi London sangat menyakitkan dan mereka perlu berusaha dan bangkit kembali.

“Saya pikir mereka cukup percaya diri di 15 menit pertama, rencana permainan mereka berjalan baik. Ruang antara empat pemain belakang dan lini tengah sangat rapat dan terlihat ada pertandingan tinju saat mereka coba merebut penguasaan, tapi gol sangat penting dalam pertandingan ini dan setelah gol pertama masuk, jadi siang yang sulit bagi mereka.

“Di awal musim ini, mungkin mengejutkan melihat Billic masuk, dan mungkin sedikit mempertaruhkan segalanya. Anda tahu apa yang anda dapatkan dengan Sam Allardyce tapi dia datang dan melakukan pekerjaan fantastis, mendapatkan hasil cepat dan mungkin agak sedikit salah melihat mereka ada di papan atas liga.

“Tapi kepercayaan diri adalah kuncinya, jadi semoga mereka bisa mendapatkan hasilnya kembali dan bangkit.”

Pakar Sky Sports Jamie Redknapp menyuarakan hal yang sama dalam analisa setelah pertandingan, dan berpendapat fans West Ham jadi korban ‘ekpsektasi yang tidak realistis’ musim ini.

“Saya pikri mereka terlalu percaya diri. Anda hanya perlu melihat hasil mereka sejauh ini dan jika anda fans West Ham, anda berada di tanah mimpi karena anda mengalahkan Arsenal, Liverpool dan Man City di kandang mereka dan dari situ mereka mulai memiliki ekspektasi yang berlebihan.”